Jumat, 28 Januari 2011

Question Student Have (QSH)

Dalam proses pembelajaran setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan untuk menguasai materi. Ada siswa yang cepat, sedang bahkan lambat dalam menyerap materi yang disampaikan. Biasanya tidak semua siswa menangkap apa yang dijelaskan oleh guru. karena itu guru mengharapkan partisipasi siswa dalam menyampaikan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahaminya.

Bertanya merupakan hal yang penting dalam pembelajaran karena dengan bertanya guru dapat mengetahui suatu hal yang tidak dipahami atau diragukan oleh siswa. Menurut Meier (2005:201) “Kemampuan bertanya menunjukkan pikiran yang selalu ingin tahu dan merupakan tanda dari pembelajar yang baik”.
Guru sebagai individu yang memiliki andil yang cukup besar harus mengusahakan segala cara agar siswa bertanya baik secara lisan maupun tulisan sebab hal ini akan berpengaruh besar terhadap proses pembelajaran. Adapun cara yang lebih mudah dalam mengajukan pertanyaan yaitu disampaikan secara lisan akan tetapi mengingat banyaknya siswa yang kurang berani mengungkapkan maka perlu diupayakan suatu strategi yang menuntut siswa untuk bertanya melalui tulisan.
Strategi QSH dapat diartikan sebagai pertanyaan yang dimiliki siswa. Pertanyaan ini bisa dalam bentuk soal atau masalah lain yang berhubungan dengan materi yang belum dipahaminya. Menurut Silberman (2006:91) ”Ini merupakan cara yang tidak membuat siswa takut untuk mempelajari apa yang mereka butuhkan dan harapkan. Cara ini memanfaatkan  teknik yang mengundang partisipasi melalui penulisan bukannya pembicaraan“. Selanjutnya Silberman (2006:64) juga menjelaskan bahwa “Strategi ini bisa menyemarakkan lingkungan belajar aktif dengan memberi siswa kesempatan untuk bergerak secara fisik, berbagi pendapat untuk mencapai sesuatu yang mereka banggakan”. Dari kutipan ini dapat diambil kesimpulan bahwa strategi QSH bisa membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran. Strategi ini mewajibkan siswa menuliskan pertanyaan yang berupa soal atau  masalah lain yang berhubung dengan materi yang belum dipahaminya dalam secarik kertas.
b. Strategi QSH
Silberman (2006:91) telah mengungkapkan strategi QSH sebagai berikut:
1.      Bagikan secarik kertas kosong kepada siswa
2.      Setiap siswa diminta menuliskan pertanyaan yang mereka miliki tentang materi pelajaran atau tentang situasi kelas yang sedang berlangsung (nama siswa tidak ditulis)
3.      Edarkan kertas itu searah jarum jam (untuk setiap kelompok) ketika kertas tersebut beredar kepada siswa berikutnya, dia harus membaca dan memberikan tanda ceklis (Ö) pada kertas yang berisi pertanyaan yang juga menjadi permasalahan baginya
4.      Ketika masing-masing kertas sudah kembali kepada penulisnya, setiap orang telah membaca semua pertanyaan yang muncul di dalam kelas. Sampai disini identifikasi pertanyaan yang menerima paling banyak tanda ceklis (Ö). Responlah setiap pertanyaan ini dengan:
  • Segera berikan jawaban singkat
  • Menunda pertanyaan pada waktu yang tepat dalam pembelajaran
  • Memberi tahu mereka bahwa tidak menjawab semuanya (janjikan respon secara pribadi bila memungkinkan)
5.      Mintalah beberapa siswa secara sukarela berbagi penjelasan tentang pertanyaan mereka sekalipun tidak menerima tanda ceklis (Ö) terbanyak
6.      Kumpulkan kertas tersebut karena mungkin di dalamnya ada pertanyaan yang akan direspon pada pelajaran yang akan datang.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by kurniazone